PPKN

The Four Freedom

1. hak kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat

2. hak kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran agama yng dipeluknya

3. hak kebebasan dari kemiskinan dlm pngertian stiap bngsa berusaha mencapai khiduppan yng damai dan sejahtera

4. hak kebebasan dari ketakutan yng meliputi ush pengurangan persnjataan.

RES NULLIUS : yang menyatakan bahwa laut itu tidak ada yang mempunyai karena itu dapat diambil oleh masing-masing negara

RES COMMUNIS: bahwa laut itu adalah milik bersama masyarakat dunia karena itu tidak dapat diambil atau dimiliki oleh masing-masing negara.

PRINSIP GOOD GOVERNANC: partisipasi, penegakan hukum, transparan, responsif, oriental kesepakatan, keadilan, efektifitas dan efisiensi, akuntabilitas, visi strategi.

DEKLARASI JUANDA: deklarasi yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. (13 desember 1957)

1. indonesia adalah negara kepulauan, merpakan kesatuan laut termasuk pulau-pulau diatasnya

2. batas luarnya dengan dihubungkan tiap-tiaptitik terluar dari pulau terluar yang satu dengan yang lain dan terbentuk garis dasar

3. laut wilayahnya lebar 12 mil diukur dari garis dasar kearah luar

4. dari garis dasar arah kedalam disebut laut pedalaman

5. luas laut wilayah menjadi 5.193.252 km

bats landasan kontingen indonesia adalah dengan kedalaman air laut 200 meter, dengan jarak maksimum 250 mil permuukaan air laut dari darat.

ZEE lebarnya 200 mil dukur dari garis pangkal laut wilayah indonesia.

Hak Ind atas ZEE :

1. hak berdaulat untuk melakukan: eksplorasi dan eksploitasi, pengelolaan dan pelestarian sumberdaya hayati dan non hayati. Eksplorasi dan Eksploitasi sumber tenaga dri air, arus, dan angin.

2. hak juridiksiyang berhubungan dengan: pembuatan dan penggunaan pulau buatan, penelitian ilmiah mengenai laut, pelestarian lingkungan laut dan hak lain berdasarkanhukum internasional.

ASTAGATRA : satu kesatuan yang bulat dari Trigatra dan Pancagatra

1. Aspek alamiah (Trigatra)

a. posisi dan lokasi geografi negara

b.keadaan dan kekayaan alam

c. keadaan dan kemampuan penduduk

2. aspek Sosial (Pancagatra) : ideologi, politik, ekonomisosial budaya, pertahanan dan keamanan

KEWENANGAN PEMERINTAH PUSAT : politik luar negeri, pertahanan dan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan lain

DESENTRALISASI adalah penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.

PENEGAKAN HAM DI INDONESIA

1. persiapan pengesahan perangkat Internal di bidang HAM

2. memperluas informasi dan pendidikan HAM

3. Penentuan skala prioritas pelakasanaan HAM

4. HAM telah diratifikasi melalui perudang-undangan nasional

TEORI KEKUASAAN

Napoleon Bonaparte : Perang dimasa depan akan merupakan perang total, yang mengerahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional

Clausewitz : perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain

Puerback dan Hegal : kekuatan negara berasal dari keberhasilan ekonomi

Lenin : perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan

ALASAN HILANGNYA KEWARGANEGARAAN

  1. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri
  2. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu.
  3. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, apabila yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin., bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan RI tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.
  4. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu oleh presiden
  5. Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan hanya dapat dijabat oleh WNI
  6. Secara suka rela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut
  7. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing
  8. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya
  9. Bertempat tinggal diluar NKRI selama 5 tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI kepada perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan.

Teknik Budi Daya Jamur Tiram

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1         Latar Belakang

Budidaya Jamur Tiram yang bernama latin Pleurotus ostreatus ini masih tergolong baru. Di Indonesia budi daya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani terutama di Cisarua, Lembang, Jawa Barat pada tahun 1988, dan pada waktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. Sekitar tahun 1995, para petani di kawasan Cisarua, yang semula merupakan petani bunga, peternak ayam dan sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa industri berskala rumah tangga bergabung hingga terbentuk CV dan memiliki badan hukum.

Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya.

Selain lezat, dewasa ini orang makan jamur lantaran pertimbangan kesehatan. Jamur mudah dicerna dan dilaporkan berguna bagi para penderita penyakit tertentu. Jamur tiram misalnya, yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, sebagai antibaketrial, dan antitumor. Jamur juga merupakan sumber vitamin antara lain thiamin, niacin, biotin, dan asam askorbat

Berdasar survey kebutuhan jamur tiram selalu bertambah tiap tahunnya. Dan berapapun hasil panen petani selalu terserap pasar dengan cepat. Terutama pasar di pulau Jawa. Bahkan data MAJI (Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia) mengatakan bahwa permintaan ekspor jamur dari luar negeri selalu tidak bisa dipenuhi karena sedikitnya hasilpanen dari total panen jamur nasional. Dengan kenyataan tersebut tentunya peluang bisnis budi daya jamur sangat menarik dan menantang untuk dicoba. Baik untuk modal kecil maupun modal besar.

1.2      Rumusan Masalah

    Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah :

  1. Apa itu jamur tiram?
  2. Bagaimana teknik budi daya jamur tiram?
  3. Bagaimana penanganan pasca panen jamur tiram ?
  4. Apa saja hama dan penyakit pada budidaya jamur tiram dan bagaimana cara penanganannya ?
  5. Bagaimana peluang bisnis budidaya jamur tiram ?

1.3         Tujuan

Makalah ini memiliki beberapatujua diantaranya :

  1. Memberikan informasi tentang struktur anatomi tentang struktur anatomi dan fisiologi jamur tiram kepada pelaku agribisnis.
  2. Menginformasikan cara budi daya jamur tiram kepada masyarakat.Memberikan informasi penanganan pascapanen jamur tiram kepada pelaku bisnis jamur tiram
  3. Menginformasikan tentang hama dan penyakit pada budidaya jamur tiram serta cara penanganannya kepada para peta
  4. Memberikan informasi peluang bisnis budidaya jamur tiram kepada masyarakat.

1.4         Metode Analisa

Metode penelitian yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah metode rasional, yaitu dengan menggunkan beberapa rujukan atau sumber dari buku dan internet.

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1         Struktur Anatomi dan Fisiologi Jamur Tiram

Gambar 1. Jamur TiramPutih

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota. Ia termasuk kelas Homobasidiomysetas dengan ciri – ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem. Tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.

Situs Wikipedia menerangkan bahwa tubuh jamur tiram memiliki tangkai yang menyimpang (bahas latin : pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, cokelat, hingga putih, dengan permukaan yang hampi licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu , jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11 × 3-4 mm. serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

Menurut klasifikasi botani, jamur pangan yang termasuk kerabat jamur tiram berasal dari genus pleurotus. Jenis pleurotus yang banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi yaitu :

  • Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus)
  • Jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajorcau)
  • Jamur tiram cokelat (Pleurtus cystidiosus)
  • Jamur tiram merah atau pink (Pleurotus flabellatus)

Dari keempat jenis jamur tiram yang dibudidayakan, pleurotus osteratus paling digemari petani karena memiliki sifat yang adaptif dan tahan lama penyimpanannya. Jenis jamur lainnya kurang popular di Indonesia karena warnanya yang mencolok dan terkesan aneh member kesan jamur beracun, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat.

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) , dikenal juga dengan nama shimeji white (Varietas florida). Warna tubuh buahnya putih sampai putih kekuningan dengan diameter tudung 3-14 cm. untuk jamur tiram putih jenis florida paling banyak dibudidayakan. Ciri-ciri umum jamur tiram jenis ini adalah :

  • Bentuk jamur tiram putih seperti tudung atau payung. Beberapa dari jenis ini dalam pertumbuhannyam berkelompok. Namun, ada pula yang merupakan tangkai tunggal. Tapi, ciri umumnya tetap berbentuk tudung.
  • Kisi-kisi bawah (sirip) relatif lebih lebar daripada jenis osteron.
  • Warna jamur putih bersih.
  • Memiliki kadar air lebih baik.

2.2         Teknik Budi Daya Jamur Tiram

Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

a.             Persiapan Bahan

Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.

b.             Pengayakan

Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir.

c.              Pencampuran

Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

d.             Pengomposan

Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastik.

e.              Pembungkusan (Pembuatan Baglog)

Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.

f.              Sterilisasi

Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.

g.             Inokulasi (Pemberian Bibit)

Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:

  • Varitas unggul
  • Umur bibit optimal 45 – 60 hari
  • Warna bibit merata
  • Tidak terkontaminasi

h.             Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram

Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.

i.               Panen Jamur Tiram

Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran.

2.3         Penanganan Pascapanen Jamur Tiram

Panen dan penanganan pasca panen merupakan kegiatan akhir dari proses budidaya jamur. Pemanenan sangat berpengaruh terhadap kualitas jamur yang dipanen, termasuk didalamnya adalah kualitas dan daya tahan jamur yang dipanen. Teknik panen yang kurang baik bahkan dapat mengakibatkan kerusakan media tumbuh jamur yang pada akhirnya mengurangi produktivitas jamur yang dihasilkan.

Penanganan jamur setelah panen dapat mempengaruhi kualitas jamur, bila penanganan pasca panen kurang baik biasanya kualitas jamur kurang baik. Panen jamur pada satu media tanam dapat dilakukan beberapa kali. Media tanam jamur dengan ukuran ±800 gram dapat panen selama 4-5 kali. Jarak waktu antara panen pertama dan kedua secara umum terjadi antara 7-14 hari. Namun demikian kecepatan pertumbuhan tersebut juga sangat dipengaruhi konisi lingkungan tempat pertumbuhan jamur yang digunakan. Kegiatan pemanenan sangat menentukan kualitas jamur yang dihasilkan. Oleh karena itu dalam pemanenan perlu memperhatikan beberapa hal antara lain penentuan saat panen dan teknik pemanenan itu sendiri.

  1. a.             Ukuran Jamur

Pemanenan dilakukan pada saat jamur mencapai pertumbuhan yang optimal, yakni ukurannya cukup besar, tetapi tudungnya belum mekar penuh (ditandai pada bagian pinggir tudung jamur masih terlihat utuh/belum pecah-pecah). Ukuran diameter jamur yang siap dipanen rata-rata mencapai 5-10 cm.

b.             Waktu Pemanenan

Pemanenan biayanya dilakukan 3-5 hari setelah calon jamur mulai tumbuh. Waktu pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar kesegaran jamur dapat dipertahankan, dan untuk mempermudah dalam pemasarannya. Namun demikian pemanenen dapat juga dilakukan pada waktu yang lain sesuai dengan kebutuhan pasar.

c.              Teknik Pemanenan

Pemanenan jamur dilakukan dengan teknik/cara mencabut seluruh  tanaman jamur yang ada. Pemanenan tidak dapat dilakukan dengan memotong bagian/cabang jamur yang berukuran besar saja, sebab sisa jamur yang ditinggalkan tersebut tidak akan tumbuh menjadi besar, bahkan akan layu/mati. Hal ini disebabkan pada satu tanaman mempunyai stadia tumbuh yang sama. Pencabutan tanaman sampai ke akarnya dimaksudkan untuk menghindari adanya sisa akar atau batang tertinggal, sehingga dapat merusak media (media menjadi busuk) yang dapat berakibat merusak pertumbuhan jamur selanjutnya.

d.             Pembersihan Jamur

Jamur yang telah dipanen (dicabut), pada bagian akarnya masih banyak menempel kotoran berupa serbuk kayu (media tumbuh), sehingga pada bagian akar tersebut harus dibersihkan dengan memotong bagian tersebut dengan menggunakan pisau yang bersih (lebih baik pisau stainless steel). Dengan cara tersebut, disamping kebersihan jamur lebih terjaga, daya simpan jamur menjadi lebih lama. Pemotongan bagian jamur tidak perlu dipotong pada setiap cabang-cabangnya, sebab apabila hal tersebut dilakukan akan memacu tingkat kerusakan jamur, seperti cepat layu atau cepat busuk.

e.              Penyimpanan

    1. Penyimpanan Pada Suhu Dingin

Buah jamur yang sudah dicuci bersih kemudian ditiriskan sampai tidak ada lagi air yang menetes. Pastikan jamur benar-benar tiris karena air cucian yang masih menempel di jamur akan mengakibatkan munculnya bintik-bintik berwarna. jika hal ini terjadi kualitas jamur akan menurun dan harga jualnya menjadi rendah. Setelah itu, jamur dikemas dalam kantong plastik atau styrofoam chest dengan ukuran kemasan tergantung pada selera dan dimasukkan ke dalam refrigerator bersuhu 15o C. Dengan cara ini, umur kesegaran jamur dapat diperpanjang sampai lima hari.

  1. Penambahan Bahan Kimia

Bahan kimia yang dapat digunakan untuk memperpanjang kesegaran jamur adalah Na-bisulfit 0,2% (2.000 ppm), larutan asam sitrat 0,5%, garam dapur 15 %, SO2 0,1% dan K bikarbonat 0,1 %. Dosis di atas masih dibawah nilai yang diperbolehkan ditjen POM Depkes sehingga masih aman jika dikonsumsi manusia. Penambahan bahan kimia dilakukan dengan cara menyemprotkannya ke jamur atau bisa juga dengan merendamnya selama 10 menit. Dengan penambahan bahan kimia ini pertumbuhan mikroba pembusuk bisa terhambat sehingga jamur akan tetap segar sampai satu bulan.

f.              Pengemasan

Proses selanjutnya pada penanganan pascapanen jamur adalah dengan menggunakan kemasan (biasanya menggunakan cawan styrofoam dan ditutup dengan plastik film) atau tanpa kemasan. Apabila jamur tersebut dijual dengan kemasan, masalah transportasi dalam pemasaran tidak begitu bermasalah. Akan tetapi bila pemasaran dilakukan tanpa kemasan, apabila lokasi pasar cukup jauh maka dalam pemasarannya perlu wadah yang terlindung dari sinar matahari tetapi mempunyai aerasi yang  cukup.

g.             Pemasaran

Setelah tahap pemanenan dan pengemasan jamur tiram akan dipasarkan keberbagai  sektor, misalnya ke pasar dan ke swalayan untuk langsung dipasarkan ke konsumen. Selain itu, jamur tiram ini juga dipasarkan ke pabrik untuk diolah lagi. Oleh karena itu, apabila pemasaran dilakukan dalam jumlah besar dan jauh, hendaknya menggunakan kendaraan yang dilengkapi dengan pendingin agar produk sampai ke konsumen dengan baik.

2.4         Hama dan Penyakit Jamur Tiram Serta Cara Penanganannya

 a.             Hama pada Tumbuhan Jamur

Ada beberapa jenis hama yang mengganggu pertumbuhan jamur, antara lain sebagai berikut :

1.             Serangga

Jenis serangga yang sering mengganggu pertumbuhan jamur adalah lalat dan nyamuk (Lycoriella auripila). Keberadaan serangga-serangga ini akan memakan miselium dan buah jamur sehingga hasil panen jamur kurang maksimal. Selain itu hama serangga juga membawa virus atau penyakit jamur, jadi sebisa mungkin lakukan pencegahan agar kumbung jamur Anda terhindar dari hama serangga. Pencegahan dapat Anda lakukan dengan memasang kawat kasa berukuran kecil pada bagian ventilasi, dan memasang plastik bening pada luar pintu, agar serangga menghindari kumbung jamur.

  1. 2.             Laba-laba

Hama laba-laba biasanya akan memakan tubuh buah jamur dan menyebarkan spora jamur yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk pencegahannya bisa Anda lakukan dengan cara menaburkan serbuk kapur pada lantai dan dinding ruang kumbung, selanjutnya Anda juga bisa memusnahkan sarang laba-laba yang biasanya terdapat di sela-sela tumpukan baglog jamur.

3.             Cacing

Hama cacing biasanya memakan miselium sehingga jamur gagal tumbuh. Oleh sebab itu, pastikan proses sterilisasi dilakukan dengan sempurna agar telur-telur cacing juga ikut mati.

4.             Rayap

Hama rayap biasanya memakan zat selulosa yang terkandung di dalam kayu, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan karena kemungkinan besar baglog juga akan mengalami kerusakan. Untuk mencegahnya, Anda bisa menyemprotkan ekstrak sirih ke bagian tanah atau bagian kumbung yang diserang rayap.

5.             Siput

Biasanya hama siput menyerang tubuh buah jamur sehingga pertumbuhannya kurang optimal. Untuk mencegah kemungkinan buruk tersebut, Anda bisa menggunakan ekstrak jarak pagar dan menyemprotkannya ke lantai ruang kumbung dan rak baglog jamur.

b.             Penyakit pada Tumbuhan jamur

Selain adanya serangan hama pengganggu, tumbuhan jamur juga sering terkena beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh fungi, kapang, bakteri, ataupun virus. Biasanya penyakit-penyakit tersebut muncul apabila cara budidaya jamur yang dilakukan kurang maksimal. Beberapa jenis penyakit yang menyerang jamur antara lain sebagai berikut :

1. Tricoderma spp.

Gambar 3. Baglog yang Terkontaminasi

Tricoderma SPP.

Biasanya jamur yang terkontaminasi organisme ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik atau noda hijau pada media baglog jamur, sehingga pertumbuhan miselium terhambat. Cara mencegahnya dengan melakukan sterilisasi peralatan maupun SDM sebelum proses perawatan kumbung berlangsung.

2. Mucor spp.

Tumbuhan jamur yang terkontaminasi mucor ditandai dengan munculnya noda hitam pada permukaan baglog. Kondisi ini membuat pertumbuhan miselium kurang optimal, sehingga jamur gagal untuk dibudidayakan. Cara pencegahannya bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah susunan baglog jamur dan menurunkan suhu ruangan kumbung dengan mengatur sirkulasi udaranya.

3. Neurospora spp.

Penyakit neurospora menimbulkan tepung berwarna orange pada permukaan kapas penyumbat baglog. Pencegahan bisa Anda lakukan dengan melakukan sterilisasi media jamur dan mengurangi jumlah susunan baglog.

4. Penicillium spp.

Munculnya penicillium ditandai dengan tumbuhnya miselium berwarna cokelat atau merah tua. Selanjutnya untuk melakukan pencegahan, yang terpenting adalah menjaga kebersihan ruang inkubasi jamur.

5. Corpinus

Penyakit corpinus biasanya menyerang jamur kuping, penyakit ini muncul dari alat-alat, rak baglog, atau bibit yang kurang steril. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan pasteurisasi hingga suhu mencapai 60-70°C, dan menjaga kebersihan alat, bibit, ruang kumbung jamur, SDM, dll.

 

2.5         Peluang Bisnis Jamur Tiram

Jika kita perhatikan, bidang usaha yang paling realistis dan lebih permanen adalah usaha di bidang Agrobisnis. Karena produk yang dihasilkan adalah produk bahan pokok yang tidak bisa dibuat dalam industri manapun. Oleh karena itu usaha agrobisnis adalah usaha yang bisa dijalankan dalam jangka waktu yang tidak terbatas, dan tidak mengalami titik jenuh.

Salah satu usaha agrobisnis yang paling realistis untuk dijalankan adalah budi daya jamur tiram. Karena usaha ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan yang lainnya.

  • Pangsa pasar yang luas sehingga tidak ada kesulitan dalam    memasarkan produk.
  • Perawatan yang mudah dan murah, karena tidak memerlukan biaya tambahan seperti halnya biaya pemupukan, penyiangan dll.
  • Tidak tergantung pada musim, karena pemeliharaan dilakukan di dalam ruangan kumbung yang tertutup.
  • Bahan baku yang melimpah dan murah.
  • Satu kumbung dengan kapasitas 10.000 baglog cukup ditangani oleh satu orang tenaga kerja, sehingga akan menghemat biaya tenaga kerja
  • Panen setiap hari, sehingga perputaran modal lebih cepat.
  • Harga jual relatif stabil, sehingga resiko kerugian sangat kecil.
  • Bisa dijalankan oleh siapa saja tanpa melihat latar belakang pendidikan, asal ada kemauan dan keseriusan pasti bisa menjalankan usaha ini.
  • Dalam skala rumahan bisa dilakukan di pekarangan rumah atau kamar kosong yang selama ini tidak dimanfaatkan.

BAB III

PENUTUP

 

3.1         Kesimpulan

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota. Ia termasuk kelas Homobasidiomysetas dengan ciri – ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem. Tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.

Teknik dan budi daya jamur tiram dilakukan dari mulai persiapan bahan sampai pemanenan. Semua proses tersebut dilakukan dengan terstruktur agar proses penanaman dapat megahsilkan produk yang berkualitas. Penanganan jamur setelah panen dapat mempengaruhi kualitas jamur, bila penanganan pasca panen kurang baik biasanya kualitas jamur kurang baik. Panen jamur pada satu media tanam dapat dilakukan beberapa kali. Media tanam jamur dengan ukuran ±800 gram dapat panen selama 4-5 kali. Jarak waktu antara panen pertama dan kedua secara umum terjadi antara 7-14 hari.

3.2         Saran

  1. Bagi para pengusaha yang akan memulai bisnis dibidang agribisnis, budidaya jamur tiram memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
  2. Sebaiknya kepada para pemula yang akan memulai bisnis jamur tiram, memiliki teknik yang baik dalam pembudidayaannya.
  3. Pebisnis jamur tiram seharusnya memerhatikan suhu dan kelembapan ruang tanam, agar jamur dapat berkembang dengan baik.
  4. Untuk menjaga kualitas jamur tiram pascapanen, sebaiknya jamur tiram disimpan dalam suhu dingin. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan bahan kimia.

Organizing Development (Pengembangan Organisasi)

1. Motivasi pada massyarakat modern dan pada masyarakat berkembang menurut Argyris. Menurut Argyris, pada masyarakat industri modern, kebutuhan-kebutuhan fisiologis dan keamanan (fisik) secara relatif sudah dipenuhi. Kebutuhan-kebutuhan pribadi yang nyata bertendensi untuk menjadi sumber tenaga manusia. Oleh karena itu, apa yang akan melengkapi sukses secara psikologi didalam masyarakat yang belum berkembang tidak berhubungan tidak berhubungan erat dengan masyarakat yang secara ekonomis lebih masyarakat. Organizing Development tidak dapat dilaksanakan didalam suatu organisasi yang anggota-anggotanya masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ini berakiba bahwa pemakaian suatu OD untuk masyarakat negara-negara berkembang harus dilaksanakan secara selektif dengan memilih anak gugus dari masyarakat itu, ketika anggotanya sseecara ekonomis kebutuhannya sudah dipenuhi. Hendaknya OD disesuaikan dengan kondisi organisasi negara-negara berkembang. Akan tetapi, usaha-usaha inipun hanya ditunjukan dengan eselon-eselon tertentu organisasi ketika anggota-anggota mereka dimotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan yang tinggi. Meskipun demikian, bentuk umum dari umumnya negara-negara berkembang bersifat birokratis masih ditandai oleh sifat-sifat asasi orang.

2. Organizing Development sebagai perubahan strategi

Perkembangan organisasi dapat diartikan sebagai perubahan strategi, karena disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Hal ini mengakibatkan strategi awal organisasi berubah selain itu juga struktur ekonomi pun berubah. Sementara itu Robert Chin mengategorikan tiga pokok perubahan-perubahan strategi yaitu :

2.1 Empirical-rational Suatu fundamental proses yang didasarkan kepada alasan dan kegunaan.

2.2 Normatif-reeducatif Suatu dasar dari perubahan sifat.

2.3 Power Didalam beberapa bentuknya merupakan suatu proses penyesuaianyang fundamental.

3. Sifat-sifat Organizing Development Menurut Beckhard, sifat-sifat OD sebagai berikut :

3.1 Suatu usaha yang direncanakan Perkembangan organisasi harus didasarkan pada rencana yang telah disusun dari awal, sehingga tidak mengubah tujuan dan fungsi utama organiasasi. Dalam pelaksanaannya pun proses pengembangann organisasi tidak mengalamai kesulitan karena segala kebutuhan awal telah terpenuhi.

3.2 Luasnya organisasi Pengembangan organisasi memerhatikan luasnya jaringan organisasi yang telah berkembang, sehingga dengan diadakannya Organizing Development, suatu organisasi dapat menjada loyalitas dan eksistensinya dalam bekerja.

3.3 Diatur dari atas kebawah Sifat OD lainnya adalah bahwa pengembangan organisasi diatur dari atas kebawah bukan dari bawah keatas. Maksudnya agar antar lini dalam organisasi saling berkesinambungan dan relevan dalam mewujudkan cita-citanya.

3.4 Meningkatkan keefektivitas organisasi Pengembangan organisasi dilakukan agar dapat meningkatkan keefektivitasan organisasi. Hal ini memiliki tujuan supaya organisasi dapat lebih efektif dalam produktivitasnya karena berbagai aspek dalam organiasasi telah dikembangkan.

3.5 Intensif dan direncanakan didalam proses-proses organisasi dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang tingkah laku manusia Sebuah pengembangan organisasi dilakukan tidak untuk mengalami perubahan kembali ke awal. Suatu pengembangan organisasi harus konsisten sesuai dengan apa yang telah direncanakan di awal supaya pengembangan organisasi lebih kuat dan tidak terlalu lentur. Keintensifan organisasi tersebut harus memperhatikan tingkah laku orang-orang yang didalamnya agar terjadi kesinambungan antara apa yang dikembangkan dengan siapa yang mengembangkan organisasi tersebut.

4. Kegunaan Organizing Development

4.1 Memberi kesempatan bagi setiap orang agar berfungsi sebagai manusia daripada cuma sebagai sumber-sumber didalam proses yang produktif. Hal ini sesuai dengan sifat pengembangan organisasi yang memerhatikan tingkah laku manusia, dimana nilai kemanusiaan diutamakan dalam pengembangan organisasi.

4.2 Memberi kesempatan bagi setiap anggota organisasi dan organisasi itu sendiri untuk mengembangkan potensinya. Pengembangan organiasi dimaksudkan untuk mengembangkan segala aspek dalam organisasi tidak hanya kepada organiasasinya tetapi kepada potensi setiap anggotanya.

4.3 Menuntut agar meningkatkan efektivitas organisasi didalam arti dari semua tujuan. Pengembangan organisasi dilakasnakan untuk melakukan perubahan lebih baik dari segala bidang dalam organiasasi tersebut. Keefektivitasan organiasasi dilihat dari baiknya hasil produktivitas organiasasi tersebut. Sehingga dengan adanya OD, suatu organiasasi diharuskan lebih efektif dalam produktivitasnya..

4.4 Mencoba untuk mewujudkan suatu lingkungan untuk menemukan kesenangan dan tantangan pekerjaan. Maksudnya adalah suatu pengembangan organisasi dapat memengaruhi setiap anggotanya untuk menyenangi suatu tantangan. Pengembangan organiasasi tentunya menimbulkan lingkungan yang baru dalam organisasi, sehingga berpengaruh kepada setiap anggota organisasi tersebut. Hal ini menuntut para anggotanya untuk lebih berani menghadapi tantangan baru.

4.5 Memberi kesempatan kepada orang didalam organisasi itu untuk mempengaruhi jalanya oganiasasi ketika mereka selalu menghubungkan pekerjaan, organiasasi dan lingkungannya. Pengembangan organisasi menuntut untuk semua anggota organisasi tersebut untuk lebih berani dalam mengeluarkan pendapatnya dalam memajukan organisasi tersebut dengan memperhatikannya status pekerjaannya dan lingkungan sekitar.

4.6 Memperlakukan setiap manusia sebagai orang dengan segala keperluan-keperluannya yang kompleks, yang semuanya sangat penting didalam pekerjaan dan hidupnya. Pengembangan organisasi sangat erat kaitannya ddengan pendekatan behaviour yang memerhatikan unsur-unsur kemanusiaan dan kebudayaan. Variabel yang digunakan dalam penentuan budaya organisasi adalah motivasi dari anggota organisasi tersebut. Sehingga suatu organisasi harus memerlakukan orang dalam organisasi tersebut sebagai manusia bukan sebagai alat produksi, yang memerlukan kebutuhan yangg sangat kompleks.

5. Metode Organizing Development

5.1 Group Dynamics

Group dynamics merupakan konsep dasar OD. Menurut teori organisasi bahwa pekerjaan-pekerjaan itu tidak hanya merupakan sekumpulan individu, tetapi juga mereka itu sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Nilai-nilai interpersonal lebi tinggi dari pada nilai-nilai individu atau nilai-nilai manajer. Dengan demikian dengan adanya Group dynamics dapat meningkatkan hasil produksi.

5.2 Sensitivity Training

Sensitivity training dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas orang-orang dalam memahami diri sendiri dan orang lain, juga untuk memperbaiki perhatian mereka tentang bagaimana bertingkah laku dalam mempengaruhi orang lain. Baik secara sadar maupun tidak sadar, dan juga tentang bagaimana orang lain mempengaruhi mereka.

5.3 Team Development

Adalah suatu percobaan untuk meningkatkan efektivitas tim. Suatu organisasi terdiri dari bermacam-macam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Apa yang diartikan dengan tim dapat berarti suatu departemen spesifik atau “team project”

5.4 Intergroup Improvement (Perbaikan Antarkelompok)

Adalah suatu usaha untuk menyelasaikan konflik-konflik didalam organisasi, karena didalam mencapai tujuan organisasi semua kelompok bekerja sama dan bergantung pada satu sama lain sesuai dengan fungsi-fungsi mereka. Oleh karena itu, konflik antarkelompok sering terjadi.

5.5 Education Activities

Adalah suatu metode yang membuat pemimpin meraasa familiar dan lebih jauh untuk membuat merasa mapan dengan konsep baru yang dikenalnya. Familiar tak perlu penjelasan, karena tak mungkin suatu top executive yang rasional dan sangat berpendidikan untuk menyokong sesuatu yang ia tidak tahu. Selain itu, “comfortably with a new concept”, meskipun hal itu sudah jelas didalam praktek dapat merupakan faktor yang menentukan.

5.6 Planning and Goal Setting

Maksudnya adalah metode yang meningkatkan suatu pendekatan yang sistematis tentang planning dan penentuan tujuan di dalam grid manajer (kisi-kisi, susunan kerangka). Aktivitas-aktivitas penentuan tujuan organisasi, terutama hal ini sesuai bila suatu organisasi ada didalam suatu tekanan. Tanggung jawab perorangan pada tujuan-tujuan organisasi dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan-tujuan ini dikaitkan dalam arti pengikutsertaan dari orang-orang yang ikut ambil bagian didalam aktivitas-aktivitas perencanaan dan penentuan tujuan.

6. Metode OD pada PT. Sahabat Tani Gemilang

Metode OD yang digunakan PT.Sahabat Tani Gemilang adalah Group Dynamics, karena dalam tata pelaksanaan produksinya PT. Sahabat Tani Gemilang lebih menekankan kepada proses pelaksanaannya. Dalam hal ini, agar memenuhi keinginan pelanggan dan memuaskan mereka maka strategi yang dipakai adalah dengan bekerja secara kelompok, yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. PT. Sahabat Tani Gemilang lebih menekankan nilai-nilai interpersonal ketimbang nilai individual. Selain itu penggunaan Group dynamics dirasa lebih efektif dalam hasil dan kualitas.

7. Alasan perlunya pengembangan dalam usaha agribisnis Dalam usaha agribisnis sangat diperlukan diadakannya pengembangan karena :

7.1 Pengaruh Globalisasi Perekonomian

Di era globalisasi ini yang lebih menjurus kepada tantangan besar dari tuntutan pembangunan ekonomi, maka bidang agribisnis domestik perlu adanya pengembangan demi meningkatkan pembangunan ekonomi domestik, sehingga pangsa pasar agribisnis dapat terseber keseluruh pelosok negeri.

7.2 Pembangunan Nasional

Sektor agribisnis sangat diperlukan pengembangan karena memiliki peranan dalam pembangunan nasional. Dalam hal ini sektor agribisnis diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik, penyedia tenaga kerja terbesar, memperbesar pasar untuk industri dan meningkatkan devisa, sehingga pembangunan nasional dapat terwujud.

7.3 Sistem Pertanian Indonesia

Mengingat sistem pertanian di Indonesia yang menggunakan sistem konvensional, yang menunjukan kualitas yang tidak cukup efektif dan efisien. Tidak hanya pada on-farm saja yang masih tradisional, tetapi dalam proses sortasi dan grading pun masih menerapkan sistem konvensional. Sehingga perlunya adanya pengembangan dalam usaha agribisnis dengan menggunakan sistem yang modern agar dalam proses produksi dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik.

By ervincious Posted in Kuliah

Fungsi Pengendalian

1.             Pedoman Untuk Melakukan Pengendalian dengan Tepat

1.1         Pengendalian dilakukan dengan sejumlah kecil informasi

Setiap pengendalian secara tidak langsung dipengaruhi oleh beberapa sumber informasi. Informasi-informasi dibutuhkan dalam melakukan suatu pengendalian karena dengan adanya informasi maka segala bentuk penyimpangan perusahaan dapat teranalisisdan mudah untuk mengendalikannya. Sumber informasi juga berbagai sifat atau karakter, salah satunya adalah informasi yang bersifat kecil seperti isu-isu yang berkembang dakam perusahaan, yang membuat perusahaan menjadi sedikit terganggu dalam proses produksinya.

1.2         Pengendalian dengan memantau aktivitas dan hasil yang memiliki arti yang cukup penting.

Setiap pengendalian tentunya yang harus dilakukan adalah  dengan memantau setiap aktivitas yang berlangsung, layaknya pengawasan, pengendalian juga harus mampu memanau sekaligus mengawasi segala bentuk kegiatan dalam perusahaan. Hal ini dikarenakan pengendalian bermaksud untuk mengarahkan suatu kegiatan perusahaan agar berjalan sesuai ddengan jalurnya.

1.3         Pengendalian tepat pada waktunya.

Pengendalian yang baik dan tepat harus memerhatikan waktu, karena ini merupakan salah satu cara dalam mengefisiensikan waktu, sehingga bagian-bagian lain dapat terkendalikan dengan baik, dan tentunya ini baik bagi perusahaan. Semakin banyak pengendalian maka semakin berkurangnya bentuk penyimpangan-penyimpangan dalam perusahaan.

1.4         Pengendalian jangka panjang dilakukan seperti pada pengendalian jangka pendek.

Hal ini dikarenakan, agar pengendalian tepat pada waktunya, sehingga semua lini dapat terawasi dengan baik, entah itu bagian top, middle, maupun low.

1.5         Pengendalian menunjukkan kekecualian dengan tepat.

Maksudnya adalah pengendalian dilakukan dengan berazaskan mendahulukan yang lebih penting dengan bijaksana. Jika dalam suatu perusahaan terdapat dua lini yang terdapat penyimpangan, sebisa mungkin perusahaanmengambil tindakan untuk mengendalikan penyimpangan yang lebih berat ketimbang penyimpangan yang lebih ringan. Hal ini dimaksudkan agar penyimpangan-penyimpangan besar itu tidak mewabah kelini-lini lain dalam perussahaan.

1.6         Pengendalian digunakan untuk memenuhi penghargaan yang akan diberikan atau melebihi standar yang telah ditetapkan.

Segala bentuk pengendalian digunakan  untuk memenuhi penghargaan, masudnya adalah pengendalian bisa dilakukan untuk mengapresiasi sesuatu yang memiliki nilai lebih. Apresiasi tersebut tentunya dibutuhkan standardisasi yang relevan, jika sesuatu itu tidak mencukupi standarmaka harus dilakukan pengkoreksian, dan jika telah memenuhi standar maka perusahaan tidak perlu berbuat apa-apa, hanya saja diberikan tambahan jika memiliki sedikit kekurangan.

2.             Metode-Metode Lain Dalam Pengawasan

2.1         Program Evaluation and Review Technique (PERT)

Adalah suatu metode di bidang perencanaan dan pengendalian bagi proyek yang sifatnya tidak terulang.

2.1.1   Komponen Jaringan PERT

v  Peristiwa

v  Kegiatan

v  Waktu kegiatan

  • Waktu Optimis (T0)

Waktu kegiatan semuanya berjalan tanpa hambatan.

  • Waktu relaistik (T­­­M­)

Waktu yang mestinya terjadi bila sesuatu kegiatan dalam keadaan normal.

  • Waktu Pesimis (TP)

Waktu yang terjadi bia kegiatan berjalan dengan hambatan-hambatan.

2.1.2   Langkah-langkah penyusunan jaringan PERT

v  Mengidentifikasi dan penentuan komponen kegiatan

v  Penentuan urutan

v  Penganalisaan estimasi waktu kegiatan untuk menyelesaikan kegiatan dan keseluruhan proyek

v  Pencarian jalur kritis

v  Perbaikan cara mula=mula melalui modifikasi jaringan kerja

v  Pengawasn proyek

2.2         Critical Path Method (CPM)

Perkiraan waktu tercepat berarti jumlah biaya, yang terjadi tidak dihiraukan, artinya dalam suatu pekerjaan bila top management memerlukan waktu tersinkat. Maksudnya, jumlah biayayang harus dikeluarkan harus ditanggung. Contohnya adalah jika suatu pekerjaan yang diselesaikan dalam tiga minggu adalah bernilai $2,000,00, tetapi seorang atasan menginginkan proyek tersebut diselsaikan dalam dua minggu, maka biaya akan bertambah menjadi $4,000,00. Jadi unsur yang memegang peranan ini adalah waktu.

2.3         Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)

Adalah suatu komponen dari analisis sistem. Struktur PPBS adalah sebagai berikut :

2.3.2   Struktur Produksi

Pada struktu ini dimasukkan program keterangan terperinci mengenai input-input yang di investasikan secara sistematik. Metode yangdipakai dalam pembentukan program adalah pendekatan sistem (the system approach) dan menggunakan analisi sistem (system analysis).

2.3.3   Struktur Analisis Produksi

Adalah analisis dari unsur-unsur program itu sendiri. Biasanya orang akan menggunakan alternatif terbaik dalam pencapaian suatu tujuan. Pada penganalisaan itu orang memakai teknik cost-benefit dan cost effectiveness.

2.3.4   Struktur Pembiayaan Jangka Panjang

Ialah mengenai rencana besar dan rencana suatu pembiayaan dalam jang panjang.

2.3.5   Struktur Data Informasi

Berhasilnya pelaksanaan program harus ditunjang oleh adanya rencana besar dan rencana suatu pembiayaan dalam jangka panjang.

2.4         Gantt Chart

Bagan Gantt sangat berhubungan dengan waktu. Bagan Gantt didefinisikan sebagai suatu bagian yang mempunyai kekuasaan disatu sumber dan satuan waktu di sumber lain untuk menunjukan kegiatan yang direncanakan dan kegiatan yang telah disesuaikan .

2.5         Break Even Analytical

Merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menjelaskan hubungan biaya, volume dan keuntungan (profit).

 

3.             Proses Evaluasi dan Control

Proses pengendalian untuk memastikan bahwa perusahaan sedang mencapai apayang telah ditetapkan untuk dicapai. Proses pengendalian membandingkan kinerja dengan hasil yang diinginkan dan memberikan umpan balik yang diperlukan untuk mengevaluasi hasil-hasil yang diperoleh dan mengambil tindakan perbaikan bila diperlukan.

Proses tersebut dapat dilihat pada model langkah umpan balik, sepertigambar berikut ini:

3.1         Menetukan apa yang diawasi

  • Tetapkan standar pelaksanaanya
  • Standar yang lebih khusus seperti targetpenjualan, anggaran, bagian pasar, marjin keuntungan, keselamatan kerja dan sasaran produksi
  • Standar yang lebih umum
    • Standar physic meliputi kuantitas barang/jasa, jumlah langganan atau kualitas produk.
    • Standar moneter meliputi biaya tenaga kerja, biaya penjualan, laba kotor, pendapatan penjualan dan sejenisnya.
    • Standar waktu meliputi kecepatan produksi atau batas waktu pekerjaan yang harus diselesaikan.

3.2         Menetapkan standar kerja

Pada langkah kedua adalah melakukan pengukuran pelaksanaan kegiatan dengan tepat.

3.3         Mengukur kinerja aktual

Berbagai cara pengukuran dilakukan, diantaranya :

3.3.1   Pengamatan

3.3.2   Laporan lisan/tulisan

3.3.3   Inspeksi/pengujian

3.4         Membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditetapkan

Ini merupakan tahap yang kritis dalam pengawasan. Walaupun tahap ini mudah dilakukan tetapi kompleksitas dapat terjadi pada saat menginterpretasikan adanya penyimpangan. Penyimapangan yang terjadi harus di analisa, untuk menentukan mengapa standar tidak tercapai.

3.5         Mengambil tindakan perbaikan

Tindakan koreksi dapat diambil dalam berbagai bentuk standar diubah, pelaksanaan diperbaiki atau keduanya dilakukan bersamaan.

3.5.1   Mengubah standar mula-mula

3.5.2   Mengubah pengukuran pelaksanaan

3.5.3   Mengubah cara dalam menganalisa dan menginterpretasikan penyimpangan-penyimpangan.

4.             Keuntungan dan Kerugian Pengawasan yang Ketat Perusahaan

4.1         Keuntungan dari pengawasan yang ketat :

4.1.1   Dapat membangun suatu komunikasi khusus antar berbagai lini dalam perusahaan.

4.1.2   Segala bentuk penyimpangan yang terjadi di perusahaan dapat dapat sesegera mungkin terkoreksi.

4.1.3   Perencanaan dalam perusahaan dapat segera terealisasikan dengan lebih baik.

4.1.4   Perusahaan dapat dimungkinkan jauh dari tindakan penyelewangan dan penyimpangan.

4.1.5   Segala bentuk kebijaksanaan yang telah diputuskan dapat terlaksana lebih efektif.

4.1.6   Mengevaluasi berbagai kesalahan yang terjadi dalam perusahaan.

4.1.7   Memudahkan atasan dalam memberikan keputusan selanjutnya.

4.2         Kerugian dari pengawasan yang ketat :

4.2.1   Proses produksi akan terhambat dengan ditemukannya penyimpangan.

4.2.2   Membuat para bawahan merasa tidak percaya diri.

4.2.3   Menambah anggaran pengeluaran bagi perusahaan.

4.2.4   Mengurangi keefisiensian produksi perusahaan.

5.             Pengawasan Terhadap Diri Pribadi

Sebagai makhluk sosial, saya selalu melakukan pengawasan terhadap diri pribadi karena, dalam berhubungan dengan orang lain diperlukan norma dan nilai. Norma dan nilai tersebut bisa tumbuh dengan diberikan pengawasan terhadapa apa yang akan kita lakukan.

Selain itu, dalam proses pembelajaran pula diperlukan pengawasan, apabila terjadi kesalahan seperti hasil belajar yang tidak memuaskan, anggap saja nilai ujian jelek, itu memerlukan suatu tindakan untuk memperbaiki hasi belajar tersebut sehingga terjadi peningkatan hasil dalam ujian.

Dalam nilai agama pun sangat perlu diadakan pengawasan terhadap diri pribadi, agar saya bisa terhindar dari apa yang dilarang oleh-Nya dan dapat melaksanakan apa yang diperintah-Nya.

Jadi, pengawasan terhadap diri pribadi itu sangat diperlukan demi meningkatkan kualitas seorang manusi yang berbudi pekerti yang luhur.

6.             Waktu yang Diperkiraan dan Jaringan PERT

Untuk mencari waktu yang diperkirakan perusahaan (Te) dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Te=(To+(4*Tm)+Tp)/6

Dengan perhitungan menggunakan rumus diatas maka Te dapat dihasilkan seperti tabel berikut :

KEGIATAN

DESKRIPSI

WAKTU (MINGGU)

To

Tm

Tp

Te

(1-2)

Desain Prosedur Instalasi

2

4

6

4

(2-3)

Order Alat Pendinginan

1

2

5

2,3

(2-4)

Mendapatkan Kontraktur

2

8

16

8,3

(4-5)

Memperluas Ruang Senator

1

3

5

3

(4-6)

Memasang Pipa dari Sisi Lain

4

8

20

9,3

(5-7)

Mengebor Lantai

1

2

3

2

(6-7)

Memasang Pipa Dalam Ruang Operator

1

2

3

2

(4-8)

Memasang Aliran

2

4

8

4,3

(8-9)

Memasang Generator

1

4

10

4,5

(3-10)

Head Time Alat Pendingin Baru

5

10

18

10,5

(7-10)

Menyambung Pipa ke Alat Pendingin

3

6

12

6,5

(8-10)

Menyambung listrik ke Alat Pendingin

1

3

5

3

(9-10)

Kegiatan Semu

0

0

0

0

(10-11)

Memperbaiki Tembok

1

2

5

2,3

Fungsi Pengawasan (Controlling)

  1. A.            PERTANYAAN
    1. Terangkan pengertian pengawasan di perusahaan anda!
    2. Sebutkan dan terangkan prinsip-prinsip pengawasan!
    3. Sebutkan dan terangkan jenis-jenis pengawasan!
    4. Anda jelaskan cara pelaksanaan pengawasan!
    5. Menurut anda, cara-cara yang bagaimana yang lebih efektif dan efisien didalam pengawasan di perusahaan?
    6. Pengawasan apa saja yang sebaiknya dilakukan perusahaan?

 

B.            JAWABAN

1.             Pengertian Pengawasaan di PT. Sahabat Tani Gemilang

Perusahaan Jasa PT. Sahabat Tani Gemilang mendefinisikan istilah pengawasan, yaitu suatu kegiatan mengamati sekaligus mengontrol segala proses produksi yang ada didalam perusahaan dari lini terbawah hingga lini teratas, agar segala bentuk penyimpangan dapat sesegara mungkin tertangani.

 

2.             Prinsip-prinsip Pengawasan

Prinsip pengawasan ada tujuh, yaitu :

2.1         Mencerminkan sifat dari apa yang diawasi

Maksudnya adalah pengawasan memiliki fungsi dan tujuan yang sama terhadap apa yang akan diawasinya, contohnya adalah pengawasan terhadap pembiayaan perusahaan yang sama-sama menghindari dari kerugian perusahaan.

2.2         Dapat diketahui segera penyimpangan yang terjadi

Pengawasan memiliki fungsi yang salah satunya adalah mengetahui dan mengidentifikasai berbagai penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam perusahaan, sehingga penyimpangan tersebut lebih cepat terselesaikan dan dihindari dan dapat sesegera mungkin terselesaikan.

2.3         Fleksibel

Artinya pengawasan itu tidak bersifat kaku. Pengawasan harus selalu berkembang sesuai dengan perkembangan produksi suatu perusahaan.

2.4         Mencerminkan pola organisasi

Pengawasan dapat mencerminkan pola dan struktural organisasi karena pengawasan tersebut berada dalam organisasi, yang dapat membantu kinerja organisasi tersebut.

2.5         Ekonomis

Karena pengawasan itu sangat dekat dan menyangkut kepada masalah biaya, maka pengawasan itu juga dapt menghemat suatu proses produksi perusahaan.

2.6         Mudah dipahami

Pengawasan itu mudah dipahami karena kegiatan pengawasan pada akhirnya akan dilaporkan kepada atasan, sehingga mudah dituntut untuk mudah dipahami.

2.7         Dapat segera diadakan perbaikan

Berkaitan dengan prinsip pengawasan no. 2.2 bahwa pengawasan harus dapat mengetahui penyimpangan yang terjadi, sehingga dari kegiatan pengawasan tersebut harus dapat sesegera mungkin memberikan solusi yang baik untuk perbaikan-perbaikan penyimpangan yang telah terjadi.

 

3.             Jenis-Jenis Pengawasan

Jenis pengawasan dapatditinjau dari tiga segi, yaitu :

3.1         Pengawasan dari segi waktu

Pengawasan dari segi waktu dapat dilakukan denngan dua cara:

3.1.1   Preventif

Preventif disini maksudnya adalah pengawasan dilakukan pada saat sebelum melakukan proses produksi. Alat yang digunakan untuk pengawasan adalah perencanaan dan budged.

3.1.2  Represif

Represif untuk pengawasan disini maksudnya adalah kegiatan pengawasan ini dilaksanakan setelah proses produksi berlangsung. Alat yang digunakan untuk pengawasan adalah budget dan laporan.

3.2         Pengawasan dilihat dari segi objek

Pengawasan dilihat dari segi objek disebut juga pengawasan administratif dan operatif. Contoh pengawasan administratif ialah pengawasan pembiayaan, inspeksi dan pengawasan order dan pengawasan kebijaksanaan. Pengawasan dilihat dari segi objek juga merupakan pengawasan terhadap produksi, keuangan, aktivitas karyawan dan sebagainya.

3.2.1   Pengawasan terhadap produksi, pengawasan ini dipusatkan kepada proses produksi dari barang mentah hingga menjadi barang siap jual atau dipasarkan, yang kesemuanya itu akan dilaporkan.

3.2.2   Pengawasan terhadap keuangan, pengawasan ini biasanya hanya memusatkan diri kepada masalah keuangan perusahaan, yang pada umumnya dilaksanakan oleh akuntan perusahaan atau audit internal..

3.2.3   Pengawasan terhadap aktivitas karyawan, pengawasan ini hanya mengawasi tingkah laku karyawan, kinerja dari karyawan perusahaan, hingga kemampuan mereka untuk berproduksi. Bagian yang biasa mengawasi karyawan biasanya adalah bagian personalia.

3.3         Pengawasan dari segi subjek

Pengawasan dari segi subjek terdiri dari pengawasan intern dan ekster

3.1.1   Pengawasan Intern

Pengawasan intern dalam perusahaan biasanya dilakukan oleh bagian pengawasan perusahaan (internal auditor). Laporan dari bawahan ke atasan biasanya berupa :

  • Laporan Harian, biasanya terdiri dari Laporan mengenai order yang diterima, laporan mengenai faktur yang keluar, laporan jumlah pegawai harian, laporan biaya overhead, laporan efisien tenaga, laporaqn contollable overhead, laporan mengenai mesin-mesin yang menganggur, laporan mengenai operasi dan lain sebagainya. Biasanya laporan ini hanya dilaporkan untuk kegiatan-kegiatan yang sedang besarannya.
  • Laporan Mingguan, biasanya laporan ini berbentuk laporan order yang belum dipenuhi, laporan mengenai bagan-bahan yang terbuang, laopran mengenai tenaga langsung, laporan mengenai biaya overhead dimasing-masing bagian.
  • Laporan Bulanan, laporan bulanan biasanya disusun untuk mengetahui proses produksi selama satu bulan penuh, contohnya adalah laporan nalisis laba kotor, laporan analisis pembiayaan, laporan analisis penyimpangan anggaran dan lain sebaginya.
  • Laporan Khusus, laporan ini biasanya adalah laporan terhadap sesuatu yang khusus dalam menunjang proses produksi seperti laporan persediaaan barang dan laporan efisiensi bagian-bagian.

3.1.2   Pengawasan Ekstern

Dilakukan oleh akuntan publik. Jenis pemerikasaan yang sering dilakukan dapat terbagi menjad :

3.1.2.1       Pemeriksaan Umum

Adalah pemeriksaan rutin tentang kebenran data administrasi perusahaan berikut pelaksanaan pembukuannya.

3.1.2.2       Pemerikasaan Khusus

Adalah suatu pemerikasaan khusus yang ditugaskan kepada akuntan publik.

3.1.2.3       Pemerikasaan Neraca

Artiya suatu pemerikasaan khusu terhadap neraca perusahaan. Biasanya pemeriksaan seperti ini dilakukan terhadap neraca perusahaan yang tidak jalan lagi dan perusahaan tersebut diambil alih oleh seseorang atau sebuah perusahaan.

3.1.2.4       Pemerikasaan Sempurna

Sangat berhubungan dengan pemeriksaan khusus. Pemerikasaan betul-betul secara menyeluruh dan bukan secara parsial.tentu memakan waktu yang lebih lama dari pemeriksaan.

 

4.             Cara Pelaksanaan Pengawasan

Cara pelaksanaan pengawasan terdiri dari empat cara, yaitu:

4.1         Mengawasi langsung ditempat

Pada umumnya ini dilakukan dengan mengadakan pemilikan atas dasar sendiri, manajer pergi sendiri ketempat dimana usaha tersebut dilakukan dan usaha sendiri dalihat dan dituju. Dalam mengadakan pengawasan ini diperhitungkan pada faktor-faktor seperti sikap para pegawai dan buruh, bagaimanainteraksi dan hubungan dengan foreman (mandor).

4.2         Melalui Laporan Lisan (Orat Report)

Mengadakan pertemuan dengan pemegang kuasa atau mengadakan wawancara dengan para pegawai dari executive level.

4.3         Laporan Tertulis (Written Report)

Ini merupakan sistem terbaik karena dengan adanya catatan terdapatlah bahan yang dapat digunakan oleh wakil dan penggantinya. Laporan tertulis dapat dibuat :

  • Oleh para eksekuif
  • Dalam waktu tertentu
  • Khusus mengenai suatu soal

4.4         Melalui Penjagaan Khusus (Contol by Exception)

Perhatian dipusatkan kearah soal-soal kekecualian sebagai akibat dari hasil yang diharapkan akan membuat pengawasan lebih efisien.

 

5.           Cara-cara Pengawasan PT. Sahabat Tani Gemilang

Proses pengawasan dalam PT. Sahabat Tani Gemilang menggunakan cara dengan melakukan pengawasan langsung ditempat, sehingga apapun yang diawasi oleh seorang pengawas dapat terlihat langsung dan sesuai dengan sebenernya. Pengawasan langsung ditempat dinyatakan lebih efektif dan efisien karna dapat meminimalisir biaya yang keluar selain itu data-data yang diperoleh sangat akurat karena dapat dibuktikan dan sesuai dengan kenyataan. Sebenarnya suatu perusahaan bisa saja tidak hanya memiliki satu cara dalam pelaksanaan pengawasan. PT. Sahabat Tani Gemilang pun memiliki beberapa cara lain yang salah satunya adalah dengan menggunakan cara laporan tertulis, hal ini ditempuh demi memudahkan dalam pengarsipan proses-proses kinerja perusahaan. Laporan tertulis juga dapat membantu ketika seseorang manajer yang diwakili oleh asistennya, karena seluruh proses produksi telah tercatat, dan sang asisten hanya melanjutkan.

 

6.            Pengawasan yang Sebaiknya Dilakukan Perusahaan

Pengawasan yang sebaiknya dilakukan perusahaan adalah Pengawasan dilihat dari segi objek disebut juga pengawasan administratif dan operatif. Contoh pengawasan administratif ialah pengawasan pembiayaan, inspeksi dan pengawasan order dan pengawasan kebijaksanaan. Pengawasan dilihat dari segi objek juga merupakan pengawasan terhadap produksi, keuangan, aktivitas karyawan dan sebagainya.

v   Pengawasan terhadap produksi, pengawasan ini dipusatkan kepada proses produksi dari barang mentah hingga menjadi barang siap jual atau dipasarkan, yang kesemuanya itu akan dilaporkan. Biasanya pengawasan produksi ini dilakukan oleh seorang manajer yang bergerak dibidang produksi. Sehingga keseluruhan tanggung jawab produksi akan dipertanggungjawabkan kepada manajer bagian produksi dan laporannya akan diserahkan kepada atasan.

v   Pengawasan terhadap keuangan, pengawasan ini biasanya hanya memusatkan diri kepada masalah keuangan perusahaan, yang pada umumnya dilaksanakan oleh akuntan perusahaan atau audit internal. Pengawasan ini dilaksanakan oleh manajer personalia bagian keuangan yang bertindak tim eudit perusahaan. Bagian ini mengawasi setiap uang yng keluar masuk perusahaan.

v   Pengawasan terhadap aktivitas karyawan, pengawasan ini hanya mengawasi tingkah laku karyawan, kinerja dari karyawan perusahaan, hingga kemampuan mereka untuk berproduksi. Bagian yang biasa mengawasi karyawan biasanya adalah bagian personalia yang mengurusi ketenagakerjaan.

Pengawasan dengan cara ini lebih terstruktur dan efektif mengingat suatu perusahaan begitu banyak oranisasi-organisasi (lini) yang menaungi program kerja masing-masing sehingga pengawasan model ini lebih tersusun rapi. Atasan hanya menerima laporan dari tiap-tiap manajer yang telah melakukan pengawasan, kemudian seorang atasan tersebut memberikan keputusan terhadap hasil laporan pengawasan tersebut. Jika perusahaan tersebut terdapat beberapa penyimpangan maka atasan akan memberikan instruksi kepada manajer untuk melakukan perbaikan, dan jika tidak ditemui penyimpangan yang tidak diinginkan maka proses produksi dapat berlanjut kembali.

Teori Traits (Serba Sifat) Kepemimpinan

  1. Teori Traits

Teori ini adalah teori yang munurut Panglaykim, dkk. disebut juga dengan teori serba sifat yang penelaahannya, terutama membicarakan tentang sifat-sifat kepemimpinan secara induktif. Ada lima ahli yang mengembangkan teori ini.

1.1 Ordway Tead

1.1.1        Energi.

1.1.2        Selera pemimpin.

1.1.3        Antusiasme (sangat bergairah dalam memimpin).

1.1.4        Ramah.

1.1.5        Integrasi (terpadu/tidak suka membedak-bedakan).

1.1.6        Kemahiran teknis (memiliki kemampuan dalam segala aspek/technical skill).

1.1.7        Sanggup mengambil keputusan (seorang pemimpin diharuskan dapat berani mengambil keputusan).

1.1.8        Intelegensi (cerdik dan cendekia).

1.1.9        Kecakapan mengajar (memiliki kemampuan untuk mengajarkan sesuatu dengan baik kepada bawahannya).

1.1.10    Iman yang kuat dalam menghadapi berbagai masalah.

1.2 Chaster I. Barnard

Dalam masalah kepemimpinan, menurut Chaster I. Barnard, hanya ada dua hal atau dua kelebihan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

1.2.1        Kelebihan atau superioritas dibidang teknik kepemimpinan.

Pada kelebihan teknik kepemimpinan tercakup perihal kelebihan sang pemimpin dibidang keterampilan fisik dan teori. Keterampilan fisik dimaksudkan bahwa sang pemimpin mempunyai keahlian dibidang fisik dan ilmu.

1.2.2        Kebulatan tekad memimpin

Kelebihan dalam kebulatan tekad memimpin dimaksudkan bahwa sang pemimpin mempunyai tekad bulat dan kemauan keras untuk memimpin bawahannya demi tercapainnya apa yang dituju (goal) dengan sukses.

1.3 Erwin Schell

Menurut Erwin Schell, sifatyang paling diutamakan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin ialah :

1.3.1        Adanya minat dan keramahan terhadap yang dipimpinnya.

1.3.2        Daya tarik (pribadi).

1.3.3        Berlimu.

1.4 George R. Terry

Beliau menyebutkan sifat-sifat yang penting yang sangat vital bagi pemimpin adalah sebagai berikut:

1.4.1        Penuh energi, baik jasmani maupun rohani dan dapat bergiat terus-menerus.

1.4.2        Stabilitas dalam emosi dan tidak boleh berprasangka buruk kepada bawahannya.

1.4.3        Mempunyai pengetahuan tentang hubungan manusia.

1.4.4        Keinginan untuk menjadi pemimpin harus menjadi daya pendorong yang muncul dari dalam dan tidak dipaksakan dari luar,

1.4.5        Mempunyai kemahiran dalam mengadakan komunikasi scara lisan dan tulisan.

1.4.6        Mempunyai kecakapan mengajar.

1.4.7        Mempunyai kemahiran dibidang sosial supaya terjamin kepercayaan dan kesetiaan dari orang-orangnya (sifat suka menolong, senang jika orang-orang maju, ramah dan dapat menghargai pendirian orang lain).

1.4.8        Kecakapan untuk berfikir secara tenang, dinamis dan aktif.

1.5 Henry Fayol

Beliau lebih menekankan kepada segi rohani, moral dan erudisi dari seorang manajer/pemimpin serta dari segi psikologi kepemimpinan dalam perusahaan.

 

2.  Pemimpin Ditinjau dari Segi Psikologi

Masalah kepemimpinan selain menyangkut masalah di bidang sosiologi, juga ada hubungan dan erat kaitannya dengan bidang psikologi. Berikut adalah tipe-tipe pemimpin yang ditinju dari segi psikologi.

  • Defensif atau Reseptif

Menganggap bahwa jalan satu-satunya untuk meraih tujuan adalah dengan menerimanya dari orang lain yaitu para penasihat dan orang yang di percayainya. Tipe ini juga dinamai pemimipin yang serba terima. Pemimpin ini banyak mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada bawahannya.

  • Agresif

Tipe ini juga disebut tipe eksploitatif. Menganggap pendapat atau buah pikiran orang lain harus dapat digunakan walau diperoleh dengan cara licik maupun kekerasan.

  • Hoarding

Menganggap dirinya (pemimpin) sudah cukup kuat dan berwibawa. Ia juga menggap tidak perlu meniru dari orang lain.

  • Marketing

Menggap dirinya dan kepandaiannya berharga bagi orang lain. Artinya, ia dan ilmu yang ada pada dirinya amat dibutuhkan orang sehingga dia berusaha memamerkan dan memainkan peranan seperti yang dikehendakinya.

  • Produktif

Menganggap para bawahan hendaknya berperan menjadi manusia produktif, yakni dengan jalan memberi pendidikan dan memberi mereka kesempatan untuk berkembang.

 

3.  Teori Munculnya Seseorang Menjadi Pemimpin Menurut  Ordway Tead

Bagaimana seseorang muncul menjadi pemimpin, Ordway Tead membeda-bedakan antar pemimpin :

  • Membentuk dirinya sendiri yang disebut self made man, yaitu kepemimpinan yang muncul karena kemampuannya pada saat-saat yang penting atau situasi tertentu.
  • Dipilih oleh pengikut-pengikutnya
  • Ditunjukan dari atas atau diangkat. Dengan kata lain, “headership” misalnya seorang manajer ditunjuk oleh “Board of Direction” untuk memimpin perusahaan atau direktur yang diangkat oleh dewan komisaris.

 

4.  Teori yang Menyebabkan Seseorang  Menjadai Pemimpin

  • Teori Genetis (heredity theory)

Seseorang mnjadi pemimpin karena telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan (Leader are born and not made). Secara filosofis pandangan ini tergolong pada pandangan fatalis atau deterministis.

  • Teori sosial

Berlawanan dengan teori genetis (leader are made and not born). Bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin bila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.

  • Teori ekologis (gabungan teori genetis dan sosial)

Sebagai reaksi dari kedua hal itu bahwa seseorang hanya berhasil menjadi pemimpin yang baik jika pada waktu dilahirkan orang tersebut memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat-bakat itu kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang dimilikinya.

 

5.  Tindakan-Tindakan yang Harus Dilakukan oleh Pemimpin

Secara umum setiap pemimpin sebenarnya harus melakukan perbuatan-perbuatan berikut ini.

  • Menganalisis organisasi atau kelompok yang dipimpinnya.
  • Membina struktur organisasi.
  • Mengambil inisiatif.
  • Mencapai tujuan organisasi.
  • Menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi.
  • Menciptakan kekompakan.
  • Menumbuhkan rasa bahagia bagi semua anggota organisasi.
  • Sintalitas ( memperpadukan/mempersatukan).
  • Harus bekerja dengan menggunakan filosifi organisasi yang dipimpinnya.

6.  Pemimpin Yang Baik dan Berhasil

Seorang pemimpin yang baik harus bisa menggunakan segala kewenangan dan tanggung jawabnya dengan bijaksana. Seorang pemimpin yang baik juga harus mampu menggunakan segala otoritasnya dalam memimpin dengan mengingat kepada kesejahteraan para bawahannya sebagai bentuk dari kewibawaan seorang pemimpin tersebut baik dalam bentuk teknik maupun moral. Pemimpin juga harus memiliki rasa tanggung jawab. Eksistensi dari tanggung jawab adalah apa yang kita sebut “duty” atau kewajiban. Untuk melaksanakan kewajiban atau tugas harus selalu disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Selain itu, seorang pemimpin juga harus berdelegasi, artinya seorang pemimpin yang baik harus mau mempercayakan tanggung jawab dan wewenang kepada bawahannya supaya bawahan mampu, mau, dan rela untuk bereksplorasi dalam bekarya sesuai dengan garis-garis besar haluan perusahaan, sehingga segala tujuan perusahaan dapat terpenuhi semaksimal mungkin.

Dalam bukunya Stephen R. Covey menguraikan bahwa beberapa kriteria pemimpin organisasi yang baik dan berhasil adalah :

  • Mau terus belajar. Pemimpin harus menganggap seluruh hidupnya sebagai rangkaian dari proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasannya.
  • Berorientasi pada pelayanan. Seorang pemimpin yang baik akan melihat kehidupan ini sebagai misi bukan karir, dimana ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain, karena dasar yang melandasinya kepemimpinan adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain.
  • Memberikan energi positif. Energi positif yang dipancarkan akan dapat mempengaruhi orang-orang di sekitarnya, sehingga dapat tampil sebagai juru damai dan penengah untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.
  • Mempercayai orang lain. Dengan mempercayai orang lain maka seorang pemimpin dapat menggali dan menemukan kemampuan tersembunyi dari pekerjanya.
  • Memiliki keseimbangan hidup. Pemimpin efektif merupakan pribadi seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, bijak, tidak gila kerja dan menjadi budak rencana-rencana sendiri.
  • Jujur pada diri sendiri. Sikap ini ditunjukkan dengan sikap mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang berjalan berdampingan dengan kegagalan.
  • Mau melihat hidup sebagai sesuatu yang baru. Pemimpin yang mampu dan mau melihat hidup sebagai sesuatu yang baru akan memiliki kehendak, inisiatif, kreatif, dinamis dan cerdik.
  • Memegang teguh prinsip. Mampu memegang teguh prinsip dan tidak mudah dipengaruhi, namun untuk hal harus dikompromikan dapat bersifat luwes.
  • Sinergistik. Pemimpin harus bersikap sinergistik dan menjadi katalis perubahan, sehingga setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik karena selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif.
  • Selalu memperbaharui diri. Pemimpin harus bersedia secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia, yaitu fisik, mental, emosi, dan spiritual untuk memperbarui diri secara bertahap.

Analisis Kepemimpinan

PERTANYAAN

  1. Saudara terangkan yang dimaksud dengan kepemimpinan!
  2. Sebut dan terangkan unsur-unsur kepemimpinan!
  3. Sebutkan dan terangkan poladasar kepemimpinan!
  4. Saudara gambar dan jelaskan model kepemimpinan menurut GR Terry!
  5. Sebutkan dan terangkantipe-tipe kepemimpinan!
  6. Sebutkan dan terangkan gaya kepemimpinan!
  7. Saudara sebutkan dan terangkan teori kepemimpinan menurut GR.Terry!
  8. Masalah-masalah apa saja yang biasa dihadapi oleh seorang pemimpin perusahaan dan bagaimana cara mengatasinya!

JAWABAN

  • Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memepengaruhi dan menggerakan orang lain agar rela, mampu dan mau mengikuti keinginan pemimpin demi tercapai suatu tujuan dengan efisien, efektif, dan ekonomis.
  • Unsur-unsur manajemen :

2.1     Ada orang yang dipengaruhi

Maksudnya pemimpin harus mampu memimpin bawahannya untuk dipengaruhi.

2.2     Ada orang yang mempengaruhi

Yaitu bawahan yang dipengaruhi oleh pemimpin.

2.3     Ada pengarahan dari yang mempengaruhi

Maksudnya seorang pemimpin memberikan pengarahan kepada bawahannya.

  • Pola dasar kepemimpinan :

3.1     Kepemimpinan formal

Kepemimpinan formal ada secara resmi pada seseorang yang di angkat dalam jabatan kepemimpinan. Hal ini tampak pada berbagai ketentuan yang mengatur hierarki organisasi dan dalam bagan organisasi.

3.2     Kepemimpinan informal

Kepemimpinan informal tidak didasarkan pada pengangkatan, ia tidak terlihat dalam hierarki atau bagan organisasi, biasanya kepemimpinan informal didasarkan pada kriteria sebagai berikut :

3.2.1        Kemampuan memikat hati orang.

3.2.2        Kepemimpinan membina hubungan yang serasi dengan organisasi atau orang lain.

3.2.3        Penguasaan atas arti tujuan organisasi yang hendak dicapai.

3.2.4        Penguasaan tentang implikasi-implikasi pencapaian tujuan dalam kegiatan operasional.

3.2.5        Pemikiran atas keahlian tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain.

  • Model kepemimpinan menurut GR. Terry

Model kepemimpinan menurut George R. Terry didasarkan pada kenyataan bahwa kepemimpinan muncul dari adanya suatu hubungan yang kompleks terdiri dari : (1) pemimpin, (2) pengikut, (3) struktur organisasi, (4) nilai sosial dan pertimbangan politik.

4.1     Pemimpin

4.1.1        Nilai-nilai pemimpin

4.1.2        Keyakinan (kepercayaan) terhadap anggota-anggota kelompok

4.1.3        Keadaan umum (lingkungan yang disukai pemimpin)

4.2     Pengikut

4.2.1        Kesamaan dan keterkaitan dengan tujuan-tujuan manajemen

4.2.2        Minat dan keterlibatan dalam pmecahan suatu masalah.

4.2.3        Pengetahuan dan pengalaman.

4.2.4        Kebutuhan terhadap ketidaktergantungan.

4.3     Organisasi

4.3.1        Struktur dan pola kerja berbagai kegiatan.

4.3.2        Tingkat spesialisasi yang diikuti.

4.3.3        Perluasan dan pengaruh teknologi.

4.3.4        Tugas tertentu.

4.4     Nilai-nilai sosial dan pertimbangan politik

4.4.1        Faktor lingkungan luar.

4.4.2        Biaya dan waktu dari suatu keputusan atau tindakan.

4.4.3        Kekuatan budaya yang dominan.

4.4.4        Pengaruh masyarakat dan sosial.

  • Tipe-Tipe Kepemimpinan

Menurut Sondang P. Siagian digolongkan dalam lima tipe, yaitu;

5.1     Otokratis

5.1.1        Menganggap organisasi adalah milik sendiri.

5.1.2        Mengidentifikasi tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.

5.1.3        Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.

5.1.4        Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat.

5.1.5        Terlalu tergantung pada kekuasaan formalnya.

5.1.6        Dalam tindakan penggerkannya sering menggunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat menghukum).

5.2     Militeristis

5.2.1        Dalam penggerakan bawahannya lebih sering menggunakan sistem perintah.

5.2.2        Dalammenggerakan bawahannya senang bergantung pada pangkat dan jabatannya.

5.2.3        Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan

5.2.4        Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahannya.

5.2.5        Sukar menerima kritik dari bawahannya.

5.2.6        Menggemari upacara-upacara untuk berbagai kegiatan.

5.3     Paternalistis

5.3.1        Menganggap semua bawahannya sebagai manusia yang tidakdewasa.

5.3.2        Bersifat terlalu melindungi.

5.3.3        Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan.

5.3.4        Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif.

5.3.5        Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi danfantasinya.

5.3.6        Sering bersifat maha tahu.

5.4     Karismatis

Sampai saat ini belum ditemukan sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memilliki kriteria karisma, yang diketahui ialah bahwa pemimpin yang demikian memiliki daya tarikyang amat besar. Oleh karena itu, pada umumnya orang yang memiliki karisma mempunyai pengikut yang sangat besar, meskipun para pengikut sering kali tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut.

5.5     Demokratis

5.5.1        Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak pada manusia sebagai makhluk termulia di dunia.

5.5.2        Selalu berusaha mensikronisasikan antara kepentingan tujuan organisasi dan kepentingan tujuan pribadi bawahannya.

5.5.3        Senang menerima saran dan pendapat, bahkan kritik dari bawahnnya.

5.5.4        Selalu berusaha mengutamakan kerja sama dan teman kerja dalam usaha mencapai tujuan.

5.5.5        Selalu berusaha agar bawahannya lebih berhasil.

5.5.6        Berusaha  mengembangkan kapasitas dirinya sebagai pemimpin.

Pada umumnya para ahli menggolongkan tipe kepemimpinan menjadi enam tipe berikut ini.

  • Otoriter      :  menganggap kepemimpinan adalah hak.
  • Demokrat   : pemimpin akan selalu berunding dengan bawahannya sebelum mengambil keputusan.
  • Paternal     : bersifat kebapaan atau lebih dekat pada tipe otokrat.
  • Personal     : tipe ini sering ditemui pada perusahaan kecil mengingat kontak antar pimpinan dan bawahan sering terjadi.
  • Non personal : memimpin dengan instruksi sumpah dan janji.
  • Interaksi     : kepemimpinan yang terdapat pada kelompok-kelompok yang menuju tujuan khusus.
  • Gaya Kepemimpinan:

Gaya kepemimpinan (leadership styles) menurut Blake and Mouton ada lima kepemimpinan:

6.1     Gaya tidak peduli (worst style)

Gaya pemimpin yang perhatiannya terhadap produksi dan karyawannya rendah.

6.2     Condong pada manusia (people oriented)

Gaya pimpinan yang pusat perhatianya menitikberatkan kepada kesejahteraan para karyawanya, sedangkan kepada produksi sangat rendah.

6.3     Condong pada produksi

Gaya pimpinan yang menitikberatkan perhatiannya kepada produksi sedangkan perhatian kepada karyawannya sangat rendah.

6.4     Cari keseimbangan (maintain present balance)

Gaya pemimpin yang pusat perhatianya seimbang baik kepada karyawan maupun kepada produksinya.

6.5     Gaya puncak (peak of leadership)

Gaya pemimpin yang pusat perhatian terhadap produksi dan karyawannya sama-sama tinggi.

  • Teori kepemimpinan menurut GR. Terry

Berbagai cara pendekatan kepemimpinan banyak dikemukakan, antara lain GR. Terry mengungkapkan enam teori, yaitu :

7.1     Situtional Theory

Bersifat multidimensional dengan pendekatan yang memerlukan fleksibilitas terhadap situasi. Perangkat kepemimpinan menurut teori ini terdiri dari  empat variabel :

7.1.1   Sang pemimpin

7.1.2   Para pengikut

7.1.3   Organisasi

7.1.4   Pengaruh sosial, ekonomi dan politik

7.2     Personal Behaviour

Teori ini mengkaji tingkah laku pribadi pimpinan di dalam memimpin atau menghadapi sesuatu yan berbeda sifatnya. Pola kepemimpinan dari teori ini ada dua, yaitu pola kepemimpinan serba boss centered leadership dan pola kepemimpinan serba bawah (subordinate centered leadership).

7.3     Supportive Theory, Participative

Pemimpin mendorong pengikut untuk berperan sera dalam melaksanakan pekerjaan sampai tercapai yang dicita-citakan.

7.4     Sociologic Theory

Menitikberatkan penyelesaian masalah dengan (1) upaya melancarkan aktivitas dan (2) mendamaikan setiap konflik di antara pengikutnya. Pemimpin dalam hal ini menentukan tujuan dan para pengikut berpartisipasi pada pelaksanaannya.

7.5     Psychologic Theory

Tugas utama seorang pemimpin menurut teori ini adalah memberikan motivasi terbaik. Sang pemimpin selain menggerakan bawahannya untuk mengambil bagian pada tujuan organisasi juga hendaknya dapat menunjukan bahwa tujuan organisasi merupakan tujuan mereka sendiri.

7.6     Authocratic Theory

Menurut teori ini pmipin bertindak dengan sanksi seperti hukuman bila perintahnya tidak dipatuhi. Sebaliknya ia akan memberikan hadiah bila pekerjaannya berjalan dengan baik.

  • Masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin terikat pada suatu tempat, situasi, orang dan waktu tertentu. Masalah dalam pengambilan keputusan senantiasa dihubungkan dengan tujuan yang jelas. Jenis-jenis masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin berdasarkan internitas masalahnya dapat digolongkan menjadi masalah yang sederhana dan masalah yang komplek. Masalah yang sederhana ialah masalah yang mengandung ciri-ciri kecil, berdiri sendiri dan tidak/kurang mempunyai kaitan dengan masalah lain. Pemecahannya biasanya tidak memerlukan pemikiran yang luas tetapi cukup dilakukan secara individual, yang umumnya didasarkan kepada pengalaman, informasi yang sederhana dan wewenang yang melekat pada jabatan. masalah yang komplek yaitu masalah yang mempunyai ciri-ciri besar, tidak berdiri sendiri sendiri, berkaitan dengan masalah-masalah lain, dan, mempunyai akibat yang luas. Pemecahannya umumnya dilakukan bersamaan antara pimpinan dengan stafnya. Dilihat dari faktor penyebabnya, masalah yang dihadapi dapat berupa masalah yang jelas penyebabnya (structure problem) dan masalah yang tidak jelas penyebabnya (unstructured problem).

Masalah yang biasa dihadapi oleh seorang pemimpin biasanya sulitnya seorang pemimpin untuk mengambil suatu keputusan, kurang pekanya seorang pemimpin terhadap kesejahteraan karyawan, ancaman dari terhambatnya produksi suatu perusahaan, dan menghadapi masalah-masalah perusahaan seperti krisis, masalah pencemaran lingkungan oleh pabrik, masalah unjuk rasa oleh pekerja, masalah produk yang tidak bisa dipasarkan,  masalah kericuhan dengan pemerintah dalam hal peraturan yang berkaitan dengan izin usaha. Secara umum setiap pemimpin sebenarnya harus melakukan tindakan-tindakan berikut ini

  • Menganalisis organisasi atau kelompok yang dipimpinnya
  • Membina struktur organisasi
  • Mengambil inisiatif
  • Mencapai tujuan organisasi
  • Menciptakan kekompakan

Dalam memecahkan masalah, seharusnya pemimpin melakukan hal-hal berikut

  • Mengetahui hakekat dari pada masalah yang dihadapi, dengan perkataan lain mendefinisikan masalah yang dihadapi itu dengan setepat-tepatnya
  • Mengumpulkan fakta dan data yang relevant
  • Mengolah fakta dan data tersebut
  • Menentukan beberapa alternatif yang mungkin ditempuh
  • Memilih cara pemecahan dari alternatif-alternatif yang telah diolah dengan matang
  • Memutuskan tindakan apa yang hendak dilakukan
  • Menilai hasil-hasil yang diperoleh sebagai akibat daripada keputusan yang telah diambil.

Bibi oh Bibi … !

cerita ini bermula saat gue memulai kehidupan baru di tempat kost, gue ngkost dab!!! akhirnya bisa juga pisah sama bokap nyokap, hari-hari pertama gue habiskan dengan teman-teman gue IMAM, dia temen sekamar gue, yaa anggap lah dia saudara gue, habisnya kemana-mana bedua mulu dari SMA, mpe pada akhirnya kita tidur dalam satu kamar.

yaa, kostan gue lumayan lah, udah ada kasur, ranjang, meja belajar, and TV, plus fasilitas nyuci baju and piring sama bibi-bibi, wanita tercantik di kostan…hahah iyaaa lah, orang gue ngekost di kostan khusus lelaki, haha

apapun yang kita butuhkan pasti bilangnya ke bibi, ya kecuali minta duit sama makan, nyari baju pasti dibantuin sama si bibi, air bak kotor pasti bilangnya kebibi, sendok piring ga ada pasti kebibi, pokoknya bibi segalanya dah.

pernah suatu hari gue males nyuci celana dalem sendiri, dan alhasil celana dalem yang udah gue pake dua hari itu gue masukin ke tempat pakaian kotor. dan besok nya udah ga ada tuh semua pakaian kotor termasuk CD gue, sel-sel otak mulai menyusun suatu hipotesa, “mungkin lagi dicuci” sambil tersenyum…

keesokan harinya…gue butuh bgt tuh CD, dan mencobalah untuk mencari barang kesayanganku itu…aha itu dia keranjang pakaian nya, biasanya gue liat banyak CD disini…dan akhirnya gue pun mulai melakukan sortasi dan grading terhadap CD…sekian lama gue mencari CD yang kemaren..tapi tak membuahkan hasil juga…..malahan gue mendapatkan CD-CD yang berbentuk aneh dengan renda-renda dipinggirannya “GIMANAAA INII !!!”

dengan rasa putus asa gue panggil bibi kita tercinta…”bii….bibi nyuci celana dalem ervin ga?” kata gue, “yang mana ya mas?” jawab si bibi, mampus gimana ngejelasinnya, yang gue liat tadi warnanya sama semua sama cd gue…”ada namanya ga mas?” tanya bibi lagi. “ngga bi” gue, “yah emas, susah atuh, emang emas nyarinya dimana?” tanya bibi lagi. “di keranjang yang ini kan” jawab gue dengan yakin., “yah pantesan nyarinya disitu, itu mah punya keluarganya si Ibu !”, si bibi menjelaskan. “eh, pantesan bentuknya aneh-aneh” gue dalem ati…

selanjutnya bibi menuju keranjang lain di kolong meja dan dengan kelihaian tangannya dia melakukan apa yang gue lakukan tadi ketikan mencari CD. Tidak begituu lama, tiba-tiba “yang ini mas?” sibibi mengangkatkan tangannya yang menggenggam CD abu dengan merk TURZANA ukuran L…”iyaa bi itu punya saya…” kata gue langsung meraih CD “makasih ya bi!!” ucap gue dan langsung meninggalkan bibi..

pertanyaan gue sampe skarang, adalah bibi tahu dari mana, kalo CD gue merk nya TURZANA ukuran L dengan sangat akurat, padahal CD yang tersimpan sangat banyak, bibi emang the best!!

Said I Love You But I Lied

ga tau kenpa gue sekarang lagi suka banget sama lagu nya Michael Bolton sama Agnes monica yang judulnya “Said I Love You But I Lied“, dan sejujurnya gue masih ga ngerti sama arti judulnya itu, dengan sel otak gue yang bekerja gue coba cari terjemahannya di google translate dan alhasil menemukan arti “mengatakan aku mencintaimu tetapi saya berbohong“. Kalian udah pada bisa baca kan, dari artinya aja ketahuan rancu gitu…sejujurnya walaupun gue orang indonesia tulen, tapi gue masih ga ngerti ama itu terjemahan…

dengan keterbasan otak gue, gue coba cari defenisi itu judul…tapi apa daya gue masih mempet ni otak….whatever apapunartinya itu judul, yang jelas gue sangat suka sama lagu ini, apa lagi di bagian reff nya, mmm mantap, apapun lagu yang di bawain sama “mbak” Agnes dijamin gue pasti suka dahh…

nih lyric lagunya….

Said I Love You But I Lied

You are the candle, love’s the flame
A fire that burns through wind and rain
Shine your light on this heart of mine
Till the end of time
You came to me like the dawn through the night
Just shinin’ like the sun
Out of my dreams and into my life
You are the one, you are the one

CHORUS
Said I loved you but I lied
‘Cause this is more than love I feel inside
Said I loved you but I was wrong
‘Cause love could never ever feel so strong
Said I loved you but I lied

With all my soul I’ve tried in vain
How can mere words my heart explain
This taste of heaven so deep so true
I’ve found in you
So many reasons in so many ways
My life has just begun
Need you forever, I need you to stay
You are the one, you are the one

CHORUS

You came to me like the dawn through the night
Just shinin’ like the sun
Out of my dreams and into my life
You are the one, you are the one

CHORUS

Said I loved you
But this is more than love I feel inside
Said I loved you….But I lied

Cinta Monyet VS Cinta Brontosaurus

Kalian pasti pernah atau mungkin pernah baca buku dengan judul CINTA BRONTOSAURUS, sejujurnya gue belum pernah baca atau pun ngeliat itu buku, tp gue mencoba untuk mendefinisikan apa sih cinta brontosaurus itu??

Kalian pastinya pernah ngerasain gimana manis dan ‘unyu’-nya  Cinta Monyet (maaf kalo bahasa gue sedikit alay). Cinta monyet itu cinta yang muncul nya ketika kita masih anak-anak kan? mungkin cinta monyet beredar dikalangan anak-anak dikarenakan efek sinetron-sinetron Indonesia yang tak pernah luput dari alur percintaan sehingga anak-anak Indonesia pun ikut suka-suka an dan cinta-cintaan sama lawan jenisnya, mungkin diantara kalian sering di ecengin “cie…cie…kitipriww…ekhem..ekhemm”, ya itu lah cinta monyet.

Gimana sama cinta brontosaurus? kalo menurut gue cinta brontosaurus itu cinta yang lebih kuat, lebih gede, lebih kokoh, lebih dewasa dan lebih romantis kayanya dibandingin sama cinta monyet yang kalo apa-apa pake nangis, pokonya cinta monyet ga ada apa-apanya deh kalo dibandingin sama cinta brontosaurus.

Sejujurnya gue pun pernah mempunyai cinta monyet waktu SD,haha kalo inget masa itu gue geli sendiri,..cinta monyet gue cantik abiiiieeeezzzz…..sumpah ya kalo ketemu dia malunya a’udzubillah deh…tp masaitu hanya di SD, kita ga pernah satu sekolaan lagi selanjutnya.

Dan gimana dengan cinta brontosaurus  gue? Cinta Brontosaurus gue, masih gue rasain sampe sekarang, ga tau kenapa, gue mendefinisikan cinta brontosaurus itu sama dengan setia, gue masih setia sama dia ya walaupun sekarang kita ga bersama lagi tapi gue ‘masih’ sama dia. Cinta brontosaurus itu lebih serius dibandingin sama cinta monyet, ya mungkin karena cinta brontosaurus itu lebih dewasa dan lebih gede kali ya.

Disini gue cuma berbagi cerita sama kalian, maaf ya kalo tulisannya adayang ga ngerti, karena gue bukan seorang penulis, dan gue hanya nulis catatan harian tentang mahasiswa bodoh kaya gue…